Pandangan Islam terhadap Hari Valentine

Pandangan Islam terhadap Hari Valentine
Tanggal : 13/02/2006
Kali ini akan kita kupas tentang Valentine yang secara kebetulan perkembangannya paralel dengan eksploitasi cinta, seks bebas dan materialisme. Tahun demi tahun hiruk-pikuk valentine makin bertambah instensitasnya, dahulu hanya muda-mudi kota-kota besar seperti Jakarta yang mengenal Valentine dan merayakannya, kini sudah mulai merambah ke muda-mudi desa-desa kecil yang ada di Indonesia ini, Valentine tidak saja dikenal oleh para remaja tetapi juga sudah dikenal dan dirayakan oleh anak-anak SD.
Dari sudut pandang ke-Islam-an, ternyata Valentine adalah sebuah perayaan yang harus dijauhi oleh para muda-mudi dan anak-anak muslim dan muslimah, dan sebaiknya para orang tua memberikan informasi kepada anak-anaknya bahwa Valentine bertentangan dengan nilai-nilai ke-Islam-an, memang bukan merupakan hal yang mudah karena sesungguhnya kita berhadapan dengan arus modernisme yang telah mengglobal dan salah kaprah. Opini tidak ketinggalan zaman dan tidak gaul bila tidak merayakan Valentine adalah salah satu kendalanya, namun dengan cara yang baik dan informasi yang akurat, Insya Allah informasi tersebut akan menjadi nasehat yang akan mudah untuk diikuti dan ditaati.
Untuk itu dalam kajian ini, akan dikupas tentang Valentine sedikit panjang lebar agar kita mendapatkan informasi yang komprehensif1 dan akurat sehingga kita dapat mensikapi hiruk-pikuk Valentine yang tahun-demi-tahun harus kita akui memang telah bertambah intensitasnya.
Kisahnya bermula ketika raja Claudius II (268 - 270 M) mempunyai kebijakan yang melarang prajurit-prajurit-nya untuk menikah. Menurut raja Claudius II, bahwa dengan tidak menikah maka para prajurit akan agresif dan potensial dalam berperang.
Kebijakan ini ditentang oleh Santo Valentine dan Santo Marius, mereka berdua secara diam-diam tetap menikahkan para parujurit dan muda-mudi, lama-kelamaan tindakan mereka diketahui oleh raja Claudius, sang rajapun marah dan memutuskan untuk memberikan sangsi kepada Valentine dan santo Marius yaitu berupa hukuman mati.
Itulah sejarah hari Valentine yang ternyata untuk mengenang dan memperingati dua orang suci Kristen Katolik yang mengorbankan jiwanya demi kasih sayang.
Ada versi lain tentang sejarah Valentine, yaitu pada masa Romawi Kuno, tanggal 14 Pebruari merupakan hari raya untuk memperingati dewi Juno, dewi Juno adalah ratu dari segala dewa dan dewi, orang-orang Romawi kuno juga meyakini bahwa dewi Juno adalah dewi bagi kaum perempuan dan perkawinan ?dewi cinta.
Pada tanggal 14 Pebruari orang-orang Romawi kuno mengadakan perayaan untuk memperingati Dewi Juno dengan cara memisahkan kaum laki-laki dan perempuan. Nama-nama remaja perempuan ditulis pada potongan kertas lalu digulung dan dimasukkan ke dalam botol, setelah itu para laki-laki mengambil satu kertas sebagai, setiap laki-laki akan mendapatkan pasangan sesuai nama yang didapat dalam undian tersebut, bila kemudian mereka ada kecocokan maka mereka akan melangsungkan pernikahan dihari-hari berikutnya.
Sedangkan pada abad pertengahan di dalam bahasa Perancis-Normandia terdapat kata ?Galentine? yang berasal dari kata Galant yang berarti cinta, persamaan bunyi antara Galentine dan Valentine disinyalir telah memberikan ide kepada orang-orang Eropa bahwa sebaiknya pada tanggal 14 Pebruari digunakan untuk mencari pasangan. Dan kini Valentine telah tersinkretisasi dengan peradaban Barat.
Valentine telah menjadi bentuk pesta hura-hura, simbol modernitas, sekedar simbol cinta, dan sudah mulai bernuansa pergaulan bebas dan seks bebas.
Banyak para muda-mudi yang mengadakan pesta Valentine hanya karena ikut-ikutan supaya tidak dibilang ketinggalan zaman atau tidak gaul, orang yang ikut-ikutan pesta valentine seakanakan telah menyandang predikat sebagai orang yang modern dan maju, padahal dia tidak tahu apa-apa tentang sejarah Valentine dan Valentine itu sendiri, padahal Valentine sendiri bukanlah hasil kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnologi.
Tentu saja Barat adalah yang paling diuntungkan dengan hiruk-pikuk pesta Valentine, karena di dalam pesta valentine orang didukung untuk hura-hura, mencari cinta sesaat dan instan, seks bebas, galmour yang semuanya itu mengarah ke peradaban Barat.
Ketika Al-Islah mengadakan survey via telepon terhadap beberapa masyarakat kota, ada seorang koresponden yang pernah berada di luar negeri memberikan pandangannya bahwa Valentine telah menjadi media Barat untuk memasarkan produknya, merebaknya Valentine di kalangan muda-mudi, menjadikan mereka ramah dan permisif terhadap produk-produk Barat, antara lain fashion, kafe, hotel, film, seks pranikah, dan lain sebagainya.
Namun kalau kita mau jeli dan teliti, Valentine memang bisa menjadikan seseorang merasa tidak ketinggalan zaman, gaul, fashionable dan segudang simbol peradaban Barat lainnya, salah satu faktor besarnya daya jual produk-produk Barat adalah terbangunnya opini tersebut dikalangan muda-mudi, contoh, orang ingin mengganti Hp-nya dengan HP baru hanya dengan satu alasan saja yaitu ?model baru lebih trendy atau fashionable yang lama telah ketinggalan jaman dan memalukan? , opini semacam itulah yang ingin dibangun barat melaui acara-acara Valentine.
Dan dari wawancara dengan korespeonden yang sudah berumah tangga dengan kisaran umur antara 30 tahun hingga 50 tahun memberikan hasil bahwa ketika mereka dalam usia remaja mereka sebagian besar tidak tahu tentang Valentine walaupun pernah mendengar kata Valentine, sebagian kecil mengatakan ketika masih remaja mereka telah tahu tentang Valentine tetapi tidak pernah merayakannya. Dan ketika diberi pertanyaan lanjutan apakah akan memberikan izin kepada anaknya untuk merayakan Valentine, sebagian besar menjawab tidak masalah asal tidak kebablasan, dan sebagian yang lain mengizinkan tetapi dengan memberikan pengarahan dan sebagian yang lainnya lagi akan melarang karena mengetahui bahwa Valentine adalah budaya Barat dan bertentangan dengan agama Islam.
Dari wawancara tersebut dapat diperoleh gambaran tentang opini dan sikap masyarakat mengenai Valentine ?walaupun kurang akurat-:
Pertama, kalangan muda-mudi hampir 100% telah mengenal Valentine padahal para orang-tua mereka hampir 100% tidak mengenal Valentine pada masa remajanya berarti Valentine telah berkembang pesat dalam satu generasi.
Kedua, hanya sebagian kecil remaja yang menentang Valentine dan hampir 100% yang tidak mengetahui tentang sejarah Valentine.
Dan sekarang mari kita tinjau pandangan Islam tentang Valentine dan bagaimana semestinya umat Islam harus bersikap.
PANDANGAN ISLAM TENTANG VALENTINE
- Ritual yang bersumber dari Kristen yang dikukuhkan oleh Paus Galasius untuk mengenang orang suci Kristen yaitu Santo Valentine dan Santo Marius
- Ritual orang-orang Romawi kuno yang pagan (penyembah berhala) untuk memperingati dewi Juno yaitu ratu dari segala dewa-dewi bagi perempuan dan perkawinan ( dewi cinta).
- Ritual bangsa Eropa pada abad pertengahan untuk mencari jodoh.
- Media Barat untuk mengkokohkan cengkraman peradaban Barat.,
Pertama, Valentine merupakan ritual keagamaan yaitu agama Kristen, sehingga Valentine merupakan ibadah bagi agama Kristen, bukti bahwa Valentine sebagai ritual agama Kristen adalah ritual Valentine tersebut dikukuhkan oleh seorang Paus yaitu Paus Galasius untuk memperingati dua orang yang diberi gelar orang suci oleh orang-orang Kristen. Bagi Muslim mengikuti Valentine tersebut adalah sama dengan mengikuti peribadatan orang Kristen, di samping itu ada bahaya yang lain yaitu sinkretisasi antara agama Islam dan Kristen, Allah I telah memerintahkan kita untuk tidak mencampuradukkan ajaran agama Islam dengan ajaran agama manapun termasuk Kristen :
Bagimu agamamu, bagiku agamaku. QS. 109:1-6
Kedua, Valentine untuk memperingati/memuja dewi Juno adalah ritual yang dilakukan oleh orang-orang romawi Kuno yang menyembah berhala/dewa, sehingga mengikuti ritual ini dapat bernilai kesyirikan seperti yang dilakukan oleh orang-orang Romawi Kuno yang menyembah berhala.
Bedakan diri kalian dari orang-orang Musyrik. HR. Bukhari-Muslim
Ketiga, Valentine sebagai sarana untuk mencari jodoh oleh orang-orang Eropa, mereka bertahayul bahwa kasih sayang akan mulai bersemi pada tanggal 14 Pebruari, tahayul adalah salah satu bentuk kesyirikan, sehingga haram hukumnya bagi umat Islam untuk mengikutinya.
Keempat, Valentine sebagai media barat telah diakui daya rusaknya terhadap tatanan masyarakat timur apalagi Islam, mengiktui Valentine bukan saja sekedar pesta untuk menyatakan kasih sayang, tetapi juga pesta yang mau-tidak-mau harus mengikutkan budaya yang lainnya, pergaulan bebas, fashion, pakaian minim, ciuman antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya, hidup glamour, materialistis, dansa-dansa, mengumbar nafsu dan lain-lain.
Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, ia akan termasuk golongan mereka. HR. Ahmad
Tidak dapat dipungkiri lagi, Valentine adalah salah satu pintu masuk untuk menjadi sama dengan mereka.
Itulah jatidiri Valentine dan kedudukannya terhadap agama Islam, banyak para muda-mudi yang mengikuti Valentine hanya sekedar ikut-ikutan dan tidak mengetahui apa dan bagaimana Valentine yang sesungguhnya, mereka ikut hanya karena pernah melihat ada yang jualan kartu Valentine atau menerima kartu valentine, atau karena pernah diajak temannya ikut acara Valentine, atau karena pernah melihat propaganda Valentine di majalah-majalah, tv, film dan lain sebagainya, terhadap sikap para muda-mudi yang mengikut saja terhadap apa yang tidak diketahuinya, Allah SWT telah memberikan peringatan :
Dan janganlah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. QS. 17:36
Padahal para muda-mudi gaul sering berkata untuk memberi kesan/nilai negatif kepada temannya dengan perkataan ? sok tahu lu? ternyata mereka sendiri terhadap Valentine juga sok tahu. Wallahu a'lam.
Thank's .... To..
13.06 | | 0 Comments
PPTA BALONG DALEM
"Mepende Hate Leungitkeun Cape"
hasil Jepretan Kak. Amat Supriatna














Sanga Kerja PPTA Angkatan 26
Balong Dalem Kec. Jalaksana
Kab. Kuningan - Jabar
Hasil Jepretan Kak. Udin Khiyarudin (UU)




09.03 | Label: Pramuka | 0 Comments
Kisah Abadi Dalam Cinta
Dan Bintang Gemintang berkedip...
Mereka Saksikan pujangga merangkai cerita...
Tentunya cerita cinta kita berdua...
Lewat senyuman manis pena-Nya..
ia...menutur kisah...
Kenangan manis dulu yang pernah ada...
Tak dapat kulupa dan tentunya juga kamu...
Saat pertama berpandang mata...
Hingga kini kita saling menyatakan cinta....
Merajut Asmara...
Dan....bersatu dalam asa jiwa...
BIla nanti....
Kisah dibacakan dialam syurga...
Tentulah kisah kita yang meraja...
Beribu malaikat cemburu mendengar kisah kita...
Beratus iblis menangis iri dan benci...
Kisah Romeo dan Juliet menyingkir terusir...
Begitupun Kisah Ratu Kalinyamat yang kini tlah tamat...
Para Bidadari dan pelayan Syurga berdecak kagum...
Seuntai karangan bunga mengalungi leher sang pujangga...
Dan ia selalu berdo'a...
"Semoga Jalinan Cinta Kita .....
"kan tetap Abadi..."
20.36 | Label: Puisi (Isi Jiwa) | 0 Comments
Pak Totto. SM. (Wa Umis) Pramuka Ber-Vespa (1)
Dibalik keadaan fisiknya terpendam suatu sifat yang sulit untuk dicari perbandingannya, pembawaan yang lembut, kalem dan mengayomi serta mau menerima usulan dan masukan walau dari siswa, menjadikan beliau begitu cepat memikat hati siapa saja yang berbincang dengannya.
Dalam kesehariannya beliau sebagai guru, Matematika adalah bidang ajarnya di SMK BM TI Yamsik Kuningan, disamping menjabat Wakil Kepala SMKN 1 Kuningan, tak ada siapapun yang bisa disejajarkan dengannya, ketegasan dan kedisiplinan dalam mengajar sangat ia tekankan, didalam kelas beliau berubah menjadi sosok guru yang sangat mengagumkan dan membuat siswa simpati karena gaya mengajarnya begitu memikat hati.
Namun, jika beliau berada dalam suatu kegiatan lapangan, semua sifatnya lebih jelas terlihat, Beliau adalah seorang yang memiliki hoby terjun kelapangan dari pada berada di belakang meja, walau sampai saat ini (tgl. 17 Januari 2009) beliau masih tercatat sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan di SMKN 1 Kuningan - Jabar, tetapi semangat untuk terjun langsung dalam penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler tidak pernah luntur.
Beberapa prinsip dari Pak Totto atau yang lebih dikenal dengan sebutan Wa Umis diantaranya adalah :
- Lebih baik jadi pemain dari pada jadi penonton
- Lebih baik berkarya dari pada jadi karya
- Kegiatan lapangan lebih mengasyikan dari pada diam di ruangan
Pada tahun 2003, ketika beliau menjabat Pembina Gudep di SMK Yamsik Kuningan sosok inilah yang mendorong Bantara alumni SMK Yamsik Kuningan, untuk membentuk sebuah ikatan alumni yang bergerak untuk mengkoordinir Dewan Ambalan Alumni SMK Yamsik dan turut terlibat dalam pelatihan serta pendidikan Gerakan Pramuka di Ambalan ini, dengan tujuan jangka panjang membentuk ikatan Alumni SMK Yamsik secara keseluruhan, hal ini mendapat sambutan yang luar biasa dari Alumni, bahkan mendapat persetujuan langsung dari Kepala Sekolah SMK Yamsik yang pada saat itu di jabat oleh Bapak Husein Madjid.V.Bsc. Almarhum (semoga beliau diterima disisi-Nya. Aminn).
Maka, pada tanggal 21 September 2003 ikatan alumni tersebut resmi dibentuk dengan nama DEKASEBAN (Dewan Kerja Senior Bantara), dan pada tanggal 15 Pebruari 2004 resmi mengadakan kerjasama dengan pihak Ambalan Girilaya-Mangkubumi SMK Yamsik Kuningan. atas permintaan dan saran dari Kak. Andi Rahmat (yang saat itu menjabat sebagai Pembina OSIS), maka nama Dekaseban dilengkapi dengan Ikatan Alumni SMK Yamsik Kuningan, sejak saat itu secara praktis ikatan alumni bernama Dekaseban Alumni SMK Yamsik Kuningan.
Melalui arahan dan bimbingan Wa Umis inilah Dekaseban berkembang, baik dalam segi keanggotaan maupun pendanaan, tercatat beberapa buah karya pemikiran dari Wa Umis yang direalisasikan oleh Dekaseban dalam hal penyelenggaraan pelatihan dan pendidikan gerakan Pramuka khususnya di Ambalan Girilaya-Mangkubumi Gudep 1382-1383 SMK Yamsik Kuningan, diantaranya.
- Program Turun Galang (Bantara membimbing Penggalang di tiap SMP asalnya)
- Pengujian SKU yang lebih Sitematis
- Pembuatan Tiang bendera yang lebih variatif saat pelaksanaan PPTA
- Pembentukan Pasukan Pengibar Bendera yang lebih modis pada saat PPTA
- Pembuatan Api unggun yang lebih kreatif
- Pembentukan dan Penyelenggaraan Diklat PPTA
Namun terkadang pengabdian dan jerih payah memang tak sebanding dengan imbalan yang diterima, namun walau begitu sosok Wa Umis si Pramuka Bervespa, tetap berkarya.
Wa umis... Semangatmu adalah semangat kami
Sosokmu akan berdiri dengan gagah dalam jiwa kami
Prinsipmu akan terpatri kokoh dalam sanubari kami
Teladanmu akan mendasar kalbu kami
___________________ ***___________________
Dekaseban 1
21.28 | Label: Guru Oh Guru, Umum | 0 Comments
Mengasah Keterampilan Anak Sejak Dini
Manusia sebagai makhuk sosial sering dipahami bahwa ia secara individu mempunyai kecenderungan yang kuat untuk hidup bersama orang lain atau dalam kelompok. Perilaku ini didorong oleh nalurinya untuk mempertahankan diri pada kelompoknya. Ada semacam insting bahwa ia selalu memerlukan bantuan orang lain untuk dapat hidup dan mempertahankan hidupnya, mulai dari lahir hingga meninggal dunia. Persepektif ini seolah menempatkan manusia secara individu sebagai makhluk yang lemah. Ia tidak dapat hidup jika tidak ada orang lain.
Keseimbangan
Solusi
*Oleh:
Sarbun H.S.
Guru SMPN 1 Ungaran
Jalan Progo No 26
Sidomulyo Ungaran
Radar Semarang
19.40 | Label: Umum | 0 Comments














